Komunitas Kartunis Kenalkan Warisan Budaya Lewat “Canda Benda Budaya”

Keterangan Foto :

PEKANBARU - Sindikat Kartunis Riau (Sikari) akan menggelar pameran kartun bertajuk “Sketoon: Canda Benda Budaya” pada 20-26 Oktober 2017 bertempat di Mall SKA, Pekanbaru. Pameran kartun ini merupakan kegiatan utama dari Pekanbaru Bandar Kartun Festival (PBKF) VI, iven tahunan Sikari.

Pameran kartun ini difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI melalui program Fasilitasi Kegiatan Kesenian (FKK) 2017.

Warisan budaya, benda maupun tak benda, sekarang menjadi perhatian pemerintah provinsi Riau untuk disertifikasi dan diakui secara nasional maupun internasional. “Di Pekanbaru saja, ada sekitar 42 Cagar Budaya yang diinventarisir dan sedikit masyarakat yang tahu, belum lagi di daerah lain,” kata ketua Sikari, Furqon Elwe saat jumpa pers di Komplek Bandar Seni Raja Ali Haji Pekanbaru.

“Sketoon sendiri berarti sketch cartoon, sebuah konsep yang memadukan gambar sketsa dan memasukkan unsur kartunal dalam karya. Kartunal bisa berbentuk gaya (style) gambarnya, atau kartunal dalam pesan yang ditambahkan pada karya,”  imbuh Furqon.

Furqon menjelaskan bahwa objek-objek gambar kartun adalah warisan budaya di Riau yang jumlahnya ternyata ribuan. Sikari sengaja memilih tema benda budaya, karena selain sebagai salah satu pilihan tema yang menjadi persyaratan untuk Kemendikbud RI, juga sudah menjadi azam Sikari sebagai komunitas yang lahir dan tumbuh di Riau.

Peresmian pameran akan dibuka hari ini, Jumat (20/10) oleh beberapa undangan. Peresmian juga akan dipersembahkan Musictoon yaitu visualisasi musik menjadi kartun. Musictoon kali ini persembahan musik Muaro Bunyi Rimbang Baling yang akan divisualkan oleh kartupos Donny Adam. “Kami mengundang Gubernur Riau, Kepala Dinas Kebudayaan Riau dan peninjau dari Kemendikbud RI,” kata Furqon.

Melibatkan Kartunis Muda Seperti pada iven-iven PBKF sebelumnya, selama pameran juga akan diadakan kegiatan  pendamping. “Kegiatan pendamping biasanya berupa pelatihan, lomba maupun kegiatan live on the spot. Tahun ini, pelatihan sudah kami lakukan pada Mei lalu, berupa diskusi tentang warisan budaya Riau dengan narasumber Kadis Kebudayaan Riau Serial Zein. “Selama pameran nanti, kegiatan pendamping lain seperti Ngomik Bersama, tur edukasi sekolah undangan hingga live carrucature on the spot,” tambah ketua panitia Eko Faizin.

Mengenai peserta pameran, Eko menjelaskan bahwa pameran kali ini didominasi kartunis-kartunis muda dan senior Riau. Sebagian besar kartunis Pekanbaru, beberapa dari luar Pekanbaru seperti Kuansing, Kepulauan Meranti, Kampar dan satu kartunis undangan dari Jakarta.(rpo)


Hosting Unlimited Indonesia

BACA JUGA

Comments (3)

  • - Tahmina Akthr

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)